A. PERKEMBANGAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL
1.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan perkembangan secara seksual dan aseksual!
Jawab : Reproduksi
dibagi menjadi 2 yaitu;
a)
Perkembangbiakan
Seksual
Adalah
adanya individu baru dengan bersatunya dua sel dalam proses pembuahan. Pada
reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat
terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara
kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Tanpa pembuahan, yaitu
pada peristiwa Partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi
individu baru.Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
Dengan pembuahan, dapat
dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
Konjugasi,
ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya
Paramecium.
Anisogami,
yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan
mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di
dalam rahim.
Perkembangbiakan
seksual di bagi dua yaitu:
1) Pada tumbuhan
Penyerbukan pada tumbuhan berlangsung dengan bantuan:
·
Angin.
Contoh: Padi
·
Serangga.
Contoh: Bunga yang bermadu
·
Manusia.
Contoh: Panili
2) Pada hewan
Pembuahan pada hewan dapat terjadi dua macam yaitu:
·
Diluar tubuh
(ekstern): Ovum keluar di air, kemudian dibuahi oleh sperma. Contoh: Katak dan
ikan mas.
·
Di dalam tubuh
(intern): Sperma untuk membuahi ovum di dalam tubuh betina. Contoh: Kebanyakan
hewan darat.
Sedangkan tanpa pembuahan, yaitu
pada peristiwa Partenogenesis,
sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah
jantan dan semut jantan.
b) Perkembangbiakan Asekual
Adalah terjadinya individu baru dari satu induk tanpa melalui proses
penggabungan antara dua sel kelamin. Biasanya organisme yang dapat
berkembangbiak secara aseksual, dapat juga berkembangbiak secara seksual.
2.
Sebutkan
contoh perkembangan secara seksual dan aseksual!
Jawab : contoh perkembangan seksual adalah
1)
Aves
Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara
bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya
dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya
didalam pasir.Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir
saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur
yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang
dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam
telur tersebut.
2)
Amfibi
Seperti
pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah
dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas
menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas dengan
insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan berubah
bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa.
Contoh perkembangan
aseksual adalah:
a)
Pembelahan kembar: Sel yang membelah membentuk dua sel
anak dengan jumlah sitoplasma yang sama. Contoh: Bakteri, ganggang dan amoeba
b)
Kuncupan: Inti sel membelah menjadi dua yang sama
tetapi sitoplasmanya tidak sama besar. Bagian kecil disebut kuncup.
c)
Pembetukan spora Dibentuk
di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan
baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora
dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan
kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri
·
Jika Sporangium
pecah, maka spora-spora yang sangat kecil terbawa oleh angin / ke tempat lain
tanpa mengalami kerusakan.
·
Jika Spora
jatuh di tempat yang sesuai, maka akan tumbuh organisme baru.
d)
Perkembangbiakan vegetatif: Perkembangbiakan melalui
salah satu organ tumbuh makhluk hidup kemudian diberi fungsi untuk reproduksi.
Organ tersebut dapat berupa akar, batang, daun atau umbi.
B.
GEOGRAFI
DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
1. Jelaskan
mengenai penyebaran makhluk hidup
Jawab: Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang
penyebaran organisme di muka bumi.Organisme yang dipelajari mencakup organisme
yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.Dalam biogeografi dipelajari
bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi
berbagai faktor penghalang.Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali
penyebaran organisme.Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan
topografi.Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi
pengendali penyebaran organisme.Studi tentang penyebarn spesies menunjukkan,
spesies-spesies berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke
berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi
subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
Akibat dari hal tersebut di atas
maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang
menempati daerah yang berbeda-beda.Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan
maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan
penyebaran.Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di
permukaan bumi.Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.
Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan
menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis.Cakupan
geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem
perairan.Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa
lampau.Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan
yang sesuai.
Persebaran organisme di bumi
dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:
1) Lingkungan
Dua
faktor lingkungan utama yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup
adalah faktor fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin),
air, tanah, dan ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik
(biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
a.
Faktor Abiotik
Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya
keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap
kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap
berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat
diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara
berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna
untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah
menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya : Tanaman di
daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena
bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan
tanaman yang berada di daerah tundra.
Keadaan
tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur
serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman
yang tumbuh.Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap
air.Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam
tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah
gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah
satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di
gurun pasir.Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman
tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara jenis
hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan
karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari
dalam tanah.Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat
tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan.Keadaan tekstur tanah
berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air.Suhu tanah berpengaruh terhadap
pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah.Jenis flora di suatu wilayah
sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut.Flora di
daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang
dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. Contohnya: di
daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon
Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat,
pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti
pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai.Perbedaan
tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara.Variasi suhu
udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan.Hutan yang terdapat di daerah
pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian
permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut .Semakin
tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut.Demikian juga
sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih
panas.Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis
dan persebaran tumbuhan.Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah
tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
b.
Faktor Biotik (Makhluk Hidup)
Makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan memiliki
pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan.Terutama manusia dengan
ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan
cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi
oleh faktor biotik, terutama manusia. Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan
fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang.Hal
ini menunjukan bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan
fauna di dunia ini. Contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian,
perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan,reboisasi,ataupemupukan.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora.Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah.Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora.contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah.Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora.Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah.Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora.contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah.Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
2) Sejarah
geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode
jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam superbenua (supercontinent)
yang disebutPangaea. Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan
Jerman.Alfred Weneger pada tahun 1915.hipotesis ini disampaikan lewat bukunya
yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan Lautan.
Pada awal tahun 1960-an, bukti-bukti mengenai
pergerakan/pergeseran benua (continental drift) berhasil
ditemukan.Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai memisah secara
bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira 125-130 juta tahun
lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan bersatu secara langsung. Namun,
Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat dan keduanya
dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang
lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan
tumbuhan dari Amerika Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi
ke Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewn dan tumbuhan
dari Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika
Selatan.Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh
besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini.
Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya ostriks,
rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan sangat
awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok burung lainnya. Akibatnya
terjadilah subspesies tadi.
Australia adalah contoh yang sesuai untuk mengetahui
bagaimana gerakan benua-benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme.Sampai
kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia dihubungkan dengan Antartika.Hewan khas
Australi, yaitu mamalia berkantung (marsupialia), yang ada pula meski sedikit di
Amerika Selatan, secara nyata terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini
lewat Antartika.
3) Penghambat
Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi
atau barrier (isolasi geografi) seperti daratan (land
barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan daratan (isthmus).
Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan
membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya adalah
terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi
geografis.Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung
finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika
Selatan.Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan yang
berbeda.Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya.Perbedaan ini ada
hubungannya dengan jenis makanan.
Kita
mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembangbiak, misalnya bagi makhluk yang
hidup di daratan, air merupakan hambatan (water barrier) sedangkan sebaliknya
bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan (land barrier). Daratan yang
sempit juga dapat menjadi hambatan, misalnya Costarica di Amerika Tengah
merupakan hambatan berupa filter atau saringan Persebaran makhluk daratan
Amerika Utara dan Amerika Selatan. Selat Panama merupakan filter makhluk hidup
di Samudra Atlantik dan Pasifik. Sebaliknya, kepulauan dapat menjadi
jembatan penyebrangan antara Eurasia dan Australia.
Penyebaran
hewan dari protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis.Penyebaran
secara dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh dirinya sendiri.Faktor
luar yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun tumbuhan dan biasanya menghambat
dinamakan “barier” atau “sawar”.Sawar ini dapat dibedakan menjadi
sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar fisik air menjadi penghambat
penyebaran hewan darat dan sebaliknya sawar fisik darat menjadi penghambat
penyebaran hewan air.Misalnya katak tidak apat hidup pada air asin.Jadi
salinitas merupakan penghambat bagi penyebaran hewan katak.Adapun luas benua
menjadi hambatan bagi penyebaran hewan air.
Sawar
iklim seperti temperatur rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya penyinaran
serta lamanya peyinaran sinar matahari.Sedangkan sawar biologis adalah tidak
adanya makanan, adanya predator, competitor, pesaing atau adanya
penyakit.Penyebaran suatu jenis serangga dibatasi penyebarannya oleh jenis
tanaman sebagai makanan, tempat berlindung, dan tempat untuk reproduksi.Pada
kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi
atau menghambat penyebaran suatu biota. Hal lain yang dapat menghambat
penyebaran biota adalah rendahnya toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan
yang maksimum atau minimum. Hukum toleransi minimum Liebig yang menyatakan
bahwa ketahanan makhluk hidup disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi
berada dalam kondisi yang minimum dan individu tersebut memiliki daya toleransi
yang rendah untuk dapat beradaptasi. Bintang laut hidup pada berbagai kadar
garam tetapi bintang laut hanya dapat berkembangbiak pada air yang kadar
garamnya sangat rendah.
2. Jelaskan Pembagian wilayah berdasarkan
iklim
Iklim
adalah keadaan cuaca rata-rata, meliputi daerah yang luas dan waktunya lama (30
tahun).Ilmu yang mempelajari iklim disebut Klimatologi. Unsur-unsur iklim
antara lain meliputi letak garis lintang, letak tinggi tempat, suhu udara,
kelembaban udara, curah hujan, pengaruh arus laut, pengaruh topografi dan
vegetasi. Iklim berdasarkan letak garis lintang disebut juga iklim matahari.
1. Iklim
Matahari
Iklim
matahari disebut juga iklim garis lintang, karena didasarkan atas letak lintang
suatu wilayah di permukaan bumi. Iklim ini dibedakan menjadi empat macam, yaitu
:
a. Iklim
tropis, terletak antara 23½º LU – 23½º LS. Cirinya suhu udara selalu tinggi dan
curah hujan juga tinggi.
b. Iklim
sub tropis, terletak antara 23½º – 40o baik di belahan bumi utara maupun
belahan bumi selatan. Cirinya tekanan udara selalu tinggi dan kering.Oleh sebab
itu pada wilayah ini banyak dijumpai gurun pasir dan savana.
c. Iklim
sedang, terletak antara 40o – 66½º baik di belahan bumi utara mapun belahan
bumi selatan. Cirinya daerah ini memiliki empat musim, yaitu musim panas,
gugur, dingin, dan semi.
d. Iklim
dingin atau kutub, terletak antara 66½º – 90º, baik di belahan bumi utara
maupun belahan bumi selatan. Cirinya suhu udara sangat dingin.
Berdasarkan
klasifikasi ini Indonesia termasuk beriklim tropis, karena seluruh wilayah
Indonesia berada di antara garis balik utara (23½º LU) dan garis balik selatan (23½º
LS).Ingatkah kalian bahwa Indonesia berada 6º LU s/d 11º LS.
2. Iklim
Yunghuhn
Yunghuhn
membuat klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian tempat dan tanaman budidaya
yang dapat tumbuh di daerah tersebut.Kita tahu bahwa semakin tinggi tempat maka
suhu makin dingin. Oleh sebab itu tanaman budidaya yang dapat tumbuh akan
berbeda-beda. Berikut pembagian iklim menurut Yunghuhn.
3.
Sebutkan pembagian wilayah untuk penyebaran binatang
Persebaran
hewan di muka bumi ini didasarkan oleh faktor fisiografik, klimatik dan biotik
yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan
perbedaan jenis hewan di suatu wilayah.Ilmu yang mempelajari persebaran fauna
di muka bumi ini disebut Zoogeografi.Seperti diketahui setiap spesies hewan mempunyai
kemampuan yang berbeda dalam mengatasi hambatan-hambatan. Jika tidak ada
hambatan-hambatan, maka persebaran hewan akan berjalan terus. Misalnya hewan
yang biasa hidup di pegunungan akan sulit hidup di dataran rendah atau hewan
yang biasa hidup di daerah panas akan sulit hidup di daerah yang beriklim
dingin atau kurang curah hujannya.
Di samping itu,
faktor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu
karena wilayah tersebut pernah menjadi satu.Namun hewan berbeda dengan tumbuhan
yang bersifat pasif, bila habitatnya dirasakan sudah tidak cocok seringkali
mereka secara massal mengadakan migrasi ke tempat lainnya.Oleh karena itu, pola
persebaran fauna tidak setegas persebaran flora.Adakalanya hewan khas di suatu
wilayah juga terdapat di wilayah lainnya.
Pada tahun 1876
Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas delapan wilayah
yaitu Ethiopian, Palearktik, Oriental, Australian, Neotropikal dan Neartik,
Oceanik dan Antartik.Kedelapan wilayah persebaran fauna tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Wilayah
Ethiopian
Wilayah
persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara,
Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.Hewan yang khas daerah ini adalah gajah
Afrika, badak Afrika, gorila, baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput
seperti zebra, antilop, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan
serangga yaitu trenggiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah kuda Nil yang
hanya terdapat di sungai Nil, Mesir.Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil
namun lebih kecil.Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan
Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di
wilayah Oriental seperti golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar,
dan anjing.
2. Wilayah
Palearktik
Wilayah
persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Soviet,
daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa
Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling
Utara. Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah
hujan maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga
bervariasi.Beberapa jenis fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan
aslinya yaitu panda di Cina, unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa
Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub.Binatang-binatang yang berasal dari
wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing,
kelelawar.Bajing, dan kijang telah menyebar ke wilayah lainnya.
3. Wilayah
Nearktik
Wilayah
persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub
Utara, dan Greenland.Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus
berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribau, domba gunung.Di
daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik
seperti kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.
4. Wilayah
Neotropikal
Wilayah
persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar
Meksiko.Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan
beriklim sedang. Hewan endemiknya adalah ikan piranha dan belut listrik di
sungai Amazon, lama (sejenis unta) di padang pasir atacama (Peru), tapir, dan
kera hidung merah. Wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna
vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti
beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya,
ular, kadal, beberapa spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.
5. Wilayah
Oriental
Fauna di
wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia
Tenggara.Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian
Barat.Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa,
banteng, dan badak bercula satu.Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah,
beruang, antilop, berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang
hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah,
badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah
menjadi satu daratan dengan Afrika.
6. Wilayah
Australian
Wilayah ini
mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau
sekitarnya.Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor
bebek (sejenis mamalia bertelur).Terdapat beberapa jenis burung yang khas
wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan
betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular piton.
7. Wilayah
Oceanik
Fauna di
wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik.Wilayah ini
merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi
fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hampir sama dengan wilayah
Australian.
8. Wilayah
Antartik
Seperti
namanya, maka wilayahnya mencakup kawasan di Kutub Selatan.Jenis fauna yang
hidup di daerah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin, misalnya rusa
kutub, burung pinguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.
Tiga wilayah
persebaran fauna di Kepulauan Indonesia, yaitu:
1. Sundaic
Pulau
yang termasuk kedalam wilayah ini adalah pulau Kalimantan, pulau jawa,
pulau Sumatera, pulau Bali. Fauna sundaic memiliki kemiripan dengan fauna Asia.
Fauna sundaic antara lain adalah: gajah India di Sumatera, harimau terdapat di
Jawa, Sumatera, Bali, badak bercula dua di Sumatera dan Kalimantan, badak
bercula satu di Jawa, raliahan antara fauna Asia dengan fauna Australia. Orang
utan di Sumatera dan Kalimantan, Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan
beruang madu di Sumatera dan Kalimantan.Di Nusa Tenggara terdapat sejenis cecak
terbang yang termasuk binatang Asia. Fauna endemik di daerah ini adalah, badak
bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Nias di Kabupaten Nias,
Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan.
2. Wallacea
Fauna Wallacea
( peralihan) tersebar di Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Daerah fauna
Peralihan dibatasi oleh garis Wallace yang membatasi dengan fauna di dataran
Sunda dan garis Weber yang membatasi dengan fauna di dataran Sahul.Fauna pada
wilayah ini memiliki kemiripan peraliahan antara fauna Asia dengan fauna benua
Auatralia. Contoh faunanya antara lain: babi rusa, anoa, kuskus, biawak, katak
terbang. Katak terbang ini juga termasuk fauna Asiatis. Di daerah fauna
peralihan juga terdapat fauna endemik seperti: Komo di P.Komodo dan pulau-pulau
sekitarnya, tapir (kerbau liar), burung Kasuari di Pulau Morotai, Obi,
Halmahera dan Bacan.
3. Australis
Fauna yang
terdapat di wilayah ini terdapat di Irian Jaya dan pulau-pulau
disekitarnya.Binatang-binatangnya mempunyai kesamaan dengan binatang-binatang
di benua Australia. Daerah ini juga disebut fauna dataran Sahul, contohnya
antara lain: kanguru, kasuari, kuskus, burung cendrawasih dan berbagai jenis
burung lainnya, reptil, dan amphibi.
C. EKOLOGI DAN DAMPAK PERKEMBANGAN
IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
1. Iptek dan Perkembangannya
a)
Jelaskan bagaimana perkembangan IPTEK dewasa ini!
Jawab:
Pada saat ini, kita hidup di zaman globalisasi atau bisa juga disebut zaman
modernisasi. Modernisasi mencakup banyak bidang, contohnya dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi.Di zaman modernisasi seperti sekarang, manusia sangat
bergantung pada teknologi.Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar
setiap orang.Dari orang tua hingga anak muda, para ahli hingga orang awam pun
menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya.Perkembangan teknologi
berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang dan semakin
mendunia.Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang
sederhana hingga sangat rumit. Bahkan, kurang dari 10 tahun terakhir, teknologi
handphone yang awalnya hanya sebuah alat komunikasi nirkabel berkembang menjadi
alat komunikasi yang dapat mengambil foto, merekam video, mendengarkan musik,
dan mengakses internet dalam hitungan detik. Perkembangan teknologi saat ini
merupakan dasar untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara.Kemajuan
suatu negara didasarkan atas seberapa jauh ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dikuasai oleh negara tersebut.Hal ini sangat beralasan dikarenakan ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan dasar dari setiap aspek kehidupan
manusia.Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam
lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya
penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya untuk kepentingan bangsa
sendiri.Sebagai negara yang masih berkembang, Indonesia dianggap belum terlalu
maju dalam penguasaan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Menurut
mantan Menteri dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida
Alisjahbana, kemajuan teknologi di Indonesia masih rendah.Ada beberapa
indikator yang membuktikan rendahnya tingkat teknologi di Indonesia, seperti
kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor industri, sinergi
kebijakan masih lemah, dan sedikitnya jumlah ilmuwan di Indonesia.Berdasarkan
data United Nation for Development Program (UNDP) pada tahun 2013, indeks
pencapaian teknologi Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 72 negara.
Ukurannya berdasarkan kepada penciptaan teknologi yang dilihat dari perolehan
hak paten dan royalti atas karya dan penemuan teknologi, difusi inovasi
teknologi mutakhir yng diukur dari jumlah pengguna internet dan besaran
sumbangan ekspor teknologi terhadap barang ekspor, difusi inovasi teknologi
lama yang dilihat dari jumlah pengguna telepon dan pemakai listrik, tingkat
pendidikan penduduk berdasarkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun
ke atas, dan angka partisipasi kasr penduduk yang menempuh pendidikan tinggi di
bidang iptek. Hendaknya, kita terus meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi untuk memajukan negara kita.
b)Sebutkan
tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya!
Jawab:
Teknologi Tinggi ( Hi – tech ). Suatu jenis teknologi mutakhir yang
dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru.Contoh : computer,
laser, bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Ciri – ciri teknologi
ini adalah padat modal, didukung rasilitas riset dan pengembangannya, biaya
perawatan tinggi, ketrampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya
ilmiah.
Teknologi Madya. Suatu jenis teknologi yang
dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederahan dan dapat
digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan.Ciri teknologi
madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan
pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin.Penerapan teknologi maday ini
bersifat setengah padat modal da padat karya, unsur – unsur yang mendukung
industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan
pekerjanya tidak terlalu tinggi.
Teknologi Tepat Guna. Teknologi ini dicirikan
dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya
bersifat padat karya.Biasanya dilakukan di negara – negara berkembang, karena
dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan
tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.
2. Pemenuhan Kebutuhan Primer dan Sekunder
a.
Jelaskan Bagaimana Peran ilmu pengetahuan dalam pemenuhan kebutuhan primer dan
sekunder
Untuk mempertahankan
kehidupan manusia memerlukan kebutuhan. Kebutuhan manusia tidak terbatas
jumlahnya, beraneka macam, tidak berhenti sampai pemenuhan tertentu, terus
berubah dan berkembang baik secara kuantitas dan kualitas, kebutuhan sering
timbul dalam waktu yang bersamaan, dan tidak ada batas waktu berhentinya
. Makin bertambahnya jumlah penduduk, semakin majunya ilmu
pengetahuan dan teknologi, makin meluasnya lingkungan pergaulan manusia, serta
semakin meningkatnya tingkat peradaban manusia—adalah beberapa factor yang
menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya.
Sedemikian banyak
kebutuhan manusia, maka untuk mempermudah memahaminya kebutuhan manusia dapat
digolongkan dalam beberapa klasifikasi di bawah ini :
1. Kebutuhan Menurut
Intensitas
Kebutuhan manusia
berdasarkan intensitasnya adalah kebutuhan manusia dipandang dari penting
tidaknya (urgensinya), mendesak atau tidaknya bagi kelangsungan kehidupan
manusia. Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1) Kebutuhan Primer, yaitu
kebutuhan manusia yang mutlak harus dipenuhi agar manusia dapat tetap hidup dan
beraktivitas. Sehingga dikatakan kebutuhan primer bersifat wajib bagi manusia
untuk memenuhinya.
Contoh : kebutuhan
akan pakaian, makanan dan minuman, serta tempat tinggal.
2) Kebutuhan Sekuder,
kebutuhan sekunder disebut juga dengan kebutuhan kultural, artinya kebutuhan
yang timbul sehubungan dengan meningkatnya peradaban manusia. Kebutuhan
sekunder adalah kebutuhan yang diperlukan oleh manusia setelah kebutuhan primer
terpenuhi dengan baik. Dan kebutuhan sekunder bersifat menunjang kebutuhan
primer.
Contoh : pakaian
yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, tempat tinggal yang baik, dan
sebagainya -- yang pada prinsipnya kebutuhan ini tidak tergolong
kebutuhan mewah.
3) Kebutuhan Tersier, adalah
kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Kebutuhan tersier bersifat kemewahan dan ditujukan untuk kesenangan hidup
manusia. Dapat juga disebutkan bahwa kebutuhan ini untuk menunjukkan status
sosial seseorang di masyarakat.
Contoh : mobil mewah,
rumah mewah, pesawat televisi, laptop, handphone canggih, dan lain sebagainya
2. Kebutuhan menurut Sifat
Kebutuhan menurut
sifatnya adalah kebutuhan manusia yang ditinjau dari sudut dampak, pengaruhnya,
atau akibat kebutuhan tersebut bagi jasmani dan rohani manusia. Menurut
sifatnya maka kebutuhan dibedakan menjadi :
1) Kebutuhan Jasmani, adalah
kebutuhan yang berkaitan dengan badan lahiriah atau tubuh manusia.
Contoh : makanan,
minuman, pakaian, buang air kecil dan besar, kesehatan, dan lain-lain.
2) Kebutuhan Rohani, yaitu
kebutuhan yang berkaitan dengan rohani atau jiwa manusia.
Contoh : beribadah,
rekreasi, bersosialisasi, belajar, hiburan.
3. Kebutuhan Menurut Waktu
Kebutuhan menurut
waktu adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya didasarkan menurut waktu,
yaitu waktu sekarang dan yang akan datang.
1) Kebutuhan sekarang, adalah
kebutuhan manusia yang harus dipenuhi sekarang juga. Kebutuhan ini bersifat
mendesak dan tidak dapat ditunda pemenuhannya karena bilamana ditunda kebutuhan
ini dapat berakibat fatal.
Contoh : berobat saat
sakit, kebutuhan payung saat hujan, makan karena sangat lapar, buang air kecil
atau besar.
2) Kebutuhan yang akan
datang, adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda untuk waktu yang akan
datang, baik pada jangka pendek maupun jangka panjang.
Contoh : menunaikan
ibadah haji, asuransi kesehatan, tabungan hari tua.
4. Kebutuhan Menurut Wujud
Kebutuhan menurut
wujudnya adalah kebutuhan manusia yang berhubungan dengan bentuk/wujud dari
alat pemuas kebutuhan, dibedakan menjadi :
1) Kebutuhan material, yaitu
kebutuhan manusia berupa barang-barang yang dapat dilihat wujud atau bentuknya.
Contoh : roti, buku,
motor, laptop, rumah, handphone, dan sebagainya.
2) Kebutuhan immaterial,
yaitu kebutuhan yang tidak berwujud tetapi dapat dirasakan.
Contoh : keadilan,
keamanan, aktualisasi diri, kebebasan, kesehatan, kepuasan dan sebagainya.
5. Kebutuhan Menurut Subyek
Kebutuhan menurut
subyeknya adalah kebutuhan manusia yang penggolongannya menurut pihak yang
menggunakannya, dibedakan menjadi :
1) Kebutuhan individu, adalah
kebutuhan yang diperlukan oleh perseorngan (individu).Kebutuhan ini tidak sam
bagi tiap-tiap orang.
Contoh : kebutuhan
dokter, kebutuhan pedagang, kebutuhan petani, kebutuhan guru.
2) Kebutuhan kolektif, adalah
kebutuhan bersama atau disebut juga kebutuhan sosial. Benda atau jasa yang
digunakan untuk pemenuhan kebutuhan ini digunakan secara umum atau bersama.
Contoh : telepon umum,
jalan umum, jembatan, rumah sakit, tempat peribadatan, dan sebagainya.
b. Jelaskan perbedaan kebutuhan primer dan
sekunder
Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer
yakni kebutuhan yang pokok, dasar, atau utama yang harus dipenuhi seseorang.
Artinya, kebutuhan inilah yang pertama harus dipenuhi seseorang. Anda tidak
bisa memenuhi kebutuhan yang lainnya ketika kebutuhan utama ini belum
terpenuhi. Contoh kebutuhan primer meliputi sandang, pakan, dan papan. Artinya,
kebutuhan pokok manusia adalah baju, makanan, dan tempat tinggal. Inilah
kebutuhan utama yang berusaha dipenuhi oleh orang kaya maupun miskin.
Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan ini
adalah kebutuhan nomor dua yang dipenuhi setelah kebutuhan primer. Kebutuhan
sekunder bersifat melengkapi kebutuhan primer. Bukan berarti kebutuhan sekuder
tidak penting, justru kebutuhan inilah yang mendukung supaya kehidupan manusia
berjalan dengan baik.
Contohnya, motor, televisi, tempat tidur, meja, kursi, dan lain-lain.
Contohnya, motor, televisi, tempat tidur, meja, kursi, dan lain-lain.
3.
Peranan IPTEK terhadap Bidang Sosial dan
Budaya
Perkembangan
IPTEK sangatlah pesat bahkan kita sebagai manusia telah banyak merasakan
inovasi - inovasi dampak dari perkembangan IPTEK. Kita sebagai manusia pastilah
menunggu - nunggu tentang perkembangan IPTEK yang baru untuk memberikan dampak
yang postif terhadap manusia itu sendiri karena dengan adanya teknologi manusia
terbantu dengan pekerjaan - pekerjaan yang dilakukannya dalam kehidupan sehari
- hari bahkan satu hari pun manusia tidak lepas dari teknologi - teknologi
elektronik yang ada diera ini. Tokoh Rias
Van Wyk dalam buku yang berjudul “Technology is a “set of means”
created by people to facilitate
human endeavor”. Mendefinisikan 4 hal yang harus ada dalam teknologi, yaitu
:
1. Teknologi terkait dengan ide atau pikiran
yang tidak akan pernah berakhir, keberadaan teknotogi bersama dengan keberadaan
budaya umat manusia.
2. Teknologi merupakan kreasi dari manusia,
sehingga tidak alami dan bersifat artificial.
3. Teknologi merupakan himpunan dari pikiran
(set of means), sehingga teknologi dapat dibatasi atau bersifat
universal, tergantung dari sudut pandang analisis.
4. Teknologi bertujuan untuk memfasilitasi
human endeavor (ikhtiar manusia). Sehingga teknologi harus mampu
mengangkatkan performansi (kinerja) kemampuan manusia.
Dari
Definisi 4 hal diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa entitas yang terkandung
dalam teknologi yaitu Skill (Keterampilan), Algorithma (Logika berfikir)
dan hardware (Perangkat Keras). Dalam pandangan Management of Technology,
Teknologi dapat digambarkan dalam beragam cara antara lain, yaitu :
1. Teknologi sebagai makna untuk memenuhi
suatu maksud di dalamnya terkandung apa saja yang dibutuhkan untuk
merubah (mengkonversikan) sumber daya ke suatu produk atau jasa.
2. Teknologi tidak sebagai pengetahuan,
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan (objektif).
3. Teknologi adalah suatu tubuh dari
ilmu pengetahuan dan rekayasa (Engineering) yang dapat di Aplikasikan
pada perancangan produk dan atau proses atau pada penelitian
untuk mendapatkan pengetahuan baru
Bidang Sosial
Dalam hal ini bidang sosial manusia
dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang ada dimasa kini. Manusia
memanfaatkan teknologi yang ada untuk berbagai macam keperluaan seperti untuk
berkomunikasi, menambah wawasan dan menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya.
Akan tetapi setiap hal yang bernilai positif pasti ada dampak – dampak yang
ditimbulkan darinya , seperti halnya kemajuan IPTEK dalam bidang sosial. Ada
dampak baik dan dampak buruk, dibawah ini adalah dampak berkembangan IPTEK
dalam bidang sosial :
1. Dampak Positif
a) Mudahnya berkomunikasi dengan orang –
orang yang jarak jauh
b) Waktu dan biaya lebih efisien
c) Mempermudah mencari Informasi yang ingin
diketahui serta menambah wawasan dan pengetahuan
d) Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat
lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
e) Informasi yang ada di masyarakat dapat
langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat.
2. Dampak Negatif
a) Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi
di kalangan masyarakat pada dan umumnya dan khususnya remaja
b) Timbulnya kejahatan publik
c) Manusia menjadi malas
d) Kurangnya interaksi langsung antara
manusia karena mereka lebih senang mengutarakan pembicaraan melalui dunia maya
atau jejaringan sosial
Bidang Budaya
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Peran IPTEK dalam budaya
juga berpengaruh cukup besar dalam hal ini tetapi terkadang seseorang menyalah
gunakan IPTEK dalam bidang budaya menjadi tidak baik. Berikut ini adalah dampak
perkembangan IPTEK dalam Bidang Budaya :
1. Dampak Positif
a) Kita dapat mengetahui budaya – budaya yang
ada di Negara – Negara lain
b) Teknologi yang ada dapat dikolaborasikan
dengan budaya – budaya yang ada
c) Dapat menshare budaya yang ada di Negara
masing – masing
d) Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai
aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang
disiplin, tekun dan pekerja keras.
2. Dampak Negatif
a) Budaya yang ada bisa diklaim oleh Negara
lain
b) Dapat merubah budaya yang telah ada karena
perkembangan IPTEK yang cukup pesat
c) Kehilangan jati diri budaya yang ada di
Negara tersebut
d) Hilangnya semangat Nasionalisme
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar