Senin, 16 April 2018

Tugas 2 ( Online Personality )


Nama kelompok :
1.      Fabiola E. AD (12516422)
2.      Faneza Raga Galdana (12516601)
3.      Shifa Fauziah Rifiani (17516008)
4.      Talita Nurul Mulki (17516286)
Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI didasari pada jenis dan preferensi kepribadian dari Carl Gustav Jung, yang menulis Psychological Types pada tahun 1921 MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang. Tes ini juga dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang-bidang yang membuat potensi karyawan tersebut optimal.

Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia:
1.Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
2.Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs. Intuition (N)
3.Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)
4.Dimensi pola hidup : Judging (J) vs. Perceiving (P)

Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.

Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.

Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.

Apa itu kepribadian? Menurut Horton (1982:12), pengertian kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan berprilaku yang baku, atau berpola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.


Sedangkan pengertian kepribadian menurut Schaefer dan Lamm (1998:97) adalah sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas, dan perilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, berlaku terus-menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi. Pola perilaku dengan demikian juga merupakan perilaku yang sudah baku, yang cenderung ditampilkan seseorang jika ia dihadapkan pada situasi kehidupan tertentu.

Ciri-Ciri
Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.

Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Disinhibition effect merupakan yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol (inhibit) perilaku, pikiran dan perasaan di dunia maya. Salah satu fakta yang sering kita temui adalah banyak orang yang berkomunikasi dengan cara-cara yang tidak biasa dilakukan secara offline. 
Contohnya adalah banyak orang lebih mudah memaki dan menghina di dunia maya daripada di dunia nyata, padahal jika di dunia nyata ia tidak berani mengungkapkan. Misal lainnya adalah kita banyak menemui orang yang terlihat cerewet di dunia maya tetapi pada kenyataanya ia bahkan tidak berani menyapa orang di sekitarnya.
Karakter lainnya yang lekat dengan fenomena adalah adanya kecenderungan untuk membuka diri ekstrim di dunia maya tetapi tidak di dunia nyata (self-disclosure). 
Pengungkapan emosi yang berlebihan dalam dunia maya tetapi tida pula dilakukan pada kehidupan nyatanya (self revelation).
Empat alasan mengapa seseorang memperluas ekspresi emosi ketika sedang dalam kondisi online personality:
1.      Anonimitas
2.      Tidak terlihat ( Invisibility)
3.      Asinkronisasi ( Asynchronicity )
4.      Minimnya Tingkat Status dan Otoritas
Sumber : 
Suler, J. (2004). CyberPsychology and Behavior, 7, Cambridge: University Press. 321-326
https://maureenjeanetteelyzabethkohlein.wordpress.com/2014/03/17/personality-kepribadian-2/
http://blogpsikologi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-dan-metode-personality-test.html

Minggu, 08 April 2018

sejarah internet


Nama Kelompok : 

1.      Fabiola E. AD (12516422)
2.      Faneza Raga Galdana (12516601)
3.      Shifa Fauziah rifiani (17516008)
4.      Talita Nurul Mulki (17516286)
Kelas : 2 PA 17 

SEJARAH INTERNET
Pada tahun 1980-an jaringan komputer pertama yang masuk ke Indonesia melibatkan 5 Universitas yang saling terhubung, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan fasilitas dial-up yang disebut dengan UNInet. Jaringan ini akhirnya tidak berkembang karena terdapat masalah dalam kurangnya infrastruktur yang memadai.

Tahun 1986 – 1987
Berawal dari tulisan – tulisan awal yang datang dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Dengan hanya “modal” pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV), dan belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo (YC1DAV), berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) yang belajar bersama untuk mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Mereka-lah yang mulai mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir radio di seluruh dunia, agar email tersebut dapat tetap berjalan dengan lancar.

Tahun 1989 – 1990
Berawal dari mailing list pertama, yaitu indonesians@janus.berkeley.edu, diskusi – diskusi antar teman mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri. Pola dari mailing list ini terus berkembang, terutama di host server ITB dan egroups.co. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.
Pada awal 1990-an, komunikasi antara Onno W. Purbo (YC1DAV/VE3) yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan – rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie-talkie dengan band 2 meter, komunikasi antara Indonesia – Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio.

Tahun 1992 – 1994
Teknologi packet radio TCO/IP yang diadopsi oleh rekan – rekan BPPT, LAPAN, UI dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang menggunakan IP pertama dikenal dengan nama domain AMPR.org dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan gateway tersebut yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan OS DOS yang menjalankan program NOS sebagai gateway packet radio TCP/IP.
Tahun 1994 – 1995
Di tahun 1994-an, ISP komersial pertama IndoNet mulai beroperasi. Sambungan awal untuk Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet. Akses awal di IndoNet mulanya memakai mode teks dengan shell account, browser Lynx dan e-mail client pine pada server AIX. Mulailah pada 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain). ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps.
Tahun 1995 – Sekarang
Akhirnya, akses internet Indonesia terus berkembang dengan seiringnya waktu. Indonesia dapat dibilang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sampai sekarang ini. Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), lembaga yang dapat memperkirakan pengguna internet, pengguna internet di Indonesia sampai tahun 2014 mencapai sekitar 88,1 juta dan itu diperkirakan terus meningkat karena diiringi teknologi mobile yang semakin canggih dan juga terjangkau.

Daftar Pustaka

Kamis, 29 Juni 2017

Tugas 4 Ilmu Alamiah Dasar- Himpunan dan bilangan



A.Himpunan dan bilangan
 1. Jelaskan pengertian himpunan dan anggota himpunan!
Jawab : Himpunan adalah sekelompok / kumpulan benda atau objek yang anggotanya dapat didefinisikan / ditentukan dengan jelas. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa objek pada himpunan harus didefinisikan dengan jelas, agar supaya dapat dibadakan atau ditentukan antara benda / objek yang termuat dan yang tidak termuat pada himpunan.
Anggota himpunan :
Himpunan A adalah himpunan 5 bilangan asli yang pertama yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5. Bilangan 1, 2, 3, 4, dan 5 disebut anggota dari himpunan A.
Anggota himpunan biasanya dinotasikan dengan .
Contoh: 
1 A dibaca satu merupakan anggota dari himpunan A.
2
A dibaca dua merupakan anggota dari himpunan A.
Untuk menyatakan sesuatu bukan anggota himpunan biasanya dinotasikan dengan .
Contoh: 
7 A dibaca tujuh bukan anggota dari himpunan A.
9
A dibaca sembilan bukan anggota dari himpunan A.
Anggota suatu himpunan dinotasikan dengan .
Bukan anggota suatu himpunan dinotasikan dengan
.
Himpunan A adalah himpunan lima bilangan asli yang pertama yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5. Banyaknya anggota himpunan A adalah 5. Notasi banyaknya anggota himpunan A dapat ditulis n(A) = 5 dibaca banyaknya anggota himpunan A adalah 5.

2. Sebutkan macam-macam himpunan berdasarkan jumlah anggotanya!

            Jawab: 1. Himpunan bilangan asl

     A = { 1, 2, 3, 4, 5, ... }

2. Himpunan bilangan cacah
   C = { 0, 1, 2, 3, 4, .... }
3. Himpunan bilangan prima
    P = { 2, 3, 5, 7, 11, .... }
4. Himpunan bilangan genap
    G = { 0, 2, 4, 6, 8, 10, .... }
5. Himpunan bilangan ganjil
    G = { 1, 3, 5, 7, 9, .... }
6. Himpunan bilangan komposit (tersusun)
    T = { 4, 6, 8, 9, 10, 12, .... }
7. Himpunan tak hingga
   A = { 1, 3, 5, 7, ..... }, (n)A = ∞ (jumlah anggota himpunan A adalah tak    terhingga)
8. Himpunan berhingga
B = { 1, 3, 5, 7 }, (n)A = 4 (jumlah anggota himpunan B adalah sebanyak 4)
9. Himpunan kosong
   K = { himpunan bilangan prima antara 7 dan 9 }, K = { } (jumlah anggota    himpunan K adalah tidak ada atau kosong)
10. Himpunan bagian
A = {2, 3, 5 } dan B = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 }
   Semua anggota himpuna A adalah merupakan anggota himpunan B.  Sehingga dapat dikatakan bahwa; A bagian dari B, ditulis A c B atau B memuat A ditulis B ﬤ A
11. Himpunan semesta
      Bila A = { 2, 4, 6, 8, 10 }, maka beberpa himpunan semesta pembicaraan yang mungkin untuk A adalah;
S = { bilangan asli }
S = { bilangan cacah }
S = { bilangan kelipatan 2 }
3. Jelaskan operasi antara himpunan berserta contohnya!
            Jawab:  Ada beberapa operasi himpunan yang perlu diketahui, yaitu : irisan , gabungan, komplemen, selisih dan beda setangkup.

Irisan (intersection)

Irisan antara dua buah himpunan dinotasikan oleh tanda ‘∩ ‘.
Misalkan A dan B adalah himpunan yang tidak saling lepas, maka A ∩ B = { x | x
A dan x B }
Jika dinyatakan dalam bentuk diagram Venn adalah :
irisan (intersection)
Contoh irisan :
  • Misalkan A = {2, 3, 5, 7, 11} dan B = {3, 6, 9, 12}, maka A ∩ B = {3}
  • Misalkan A adalah himpunan mahasiswi TI STT Telkom dan B merupakan himpunan wanita lanjut usia (50 tahun ke atas), maka A ∩ B = .
Hal ini berarti A dan B adalah saling lepas atau A // B.

Gabungan (union)

Gabungan antara dua buah himpunan dinotasikan oleh tanda ‘‘.
Misalkan A dan B adalah himpunan, maka A
B = { x | x A atau x B }
Union
Jika dinyatakan dalam bentuk diagram Venn adalah :

Contoh union :
  • Jika A = { 2, 3, 5, 7} dan B = { 1, 2, 3, 4, 5 }, maka A B = { 1, 2, 3, 4, 5, 7}
  • A = A

Komplemen (complement) 

Komplemen dari suatu himpunan merupakan unsur -unsur yang ada pada himpunan universal (semesta pembicaraan ) kecuali anggota himpunan tersebut. Misalkan A merupakan himpunan yang berada pada semesta pembicaraan U, maka komplemen dari himpunan A dinotasikan oleh :

Ä€ = { x | x U dan x A }

Jika dinyatakan dalam bentuk diagram Venn adalah :
Komplemen
Contoh komplemen :
  • Misalkan U = { 1, 2, 3, ..., 9 },
  • jika A = {1, 3, 7, 9}, maka Ä€ = {2, 4, 5, 6, 8}
  • jika A = { x U | x habis dibagi dua }, maka A= { 1, 3, 5, 7, 9 }

Contoh komplemen :
A = himpunan mahasiswa STT Telkom
B = himpunan mahasiswa yang tinggal di Asrama
C = himpunan mahasiswa angkatan 2004
D = himpunan mahasiswa yang mengambil matematika diskrit
E = himpunan mahasiswa yang membawa motor untuk pergi ke kampus
a. Pernyataan
“Semua mahasiswa STT Telkom angkatan 2004 yang membawa motor untuk pergi ke kampus” dapat dinyatakan dalam notasi operasi himpunan sebagai berikut :
(A ∩ C) ∩ E
b. Pernyataan
“Semua mahasiswa STT Telkom yang tinggal di asrama dan tidak mengambil matematika diskrit” dapat dinyatakan dalam notasi operasi himpunan sebagai berikut :
A ∩ B ∩ D
c. Pernyataan
“semua mahasiswa angkatan 2004 yang tidak tinggal di asrama atau tidak membawa motor untuk pergi ke kampus” dapat dinyatakan dalam notasi operasi himpunan sebagai berikut :
C ∩ (B E)

Selisih (difference)

Selisih antara dua buah himpunan dinotasikan oleh tanda ‘– ‘. Misalkan A dan B adalah himpunan, maka selisih A dan B dinotasikan oleh A – B = { x | x A dan x B } = A ∩ B

Selisih
Contoh selisih :
Jika A = { 1, 2, 3, ..., 10 } dan B = { 2, 3, 5, 7}, maka A – B = { 1, 4, 6, 8, 9 } dan B – A =

Beda Setangkup (Symmetric Difference)

Beda setangkup antara dua buah himpunan dinotasikan oleh tanda ‘‘.
Misalkan A dan B adalah himpunan, maka beda setangkup antara A dan B dinotasikan oleh :

A
B = (A B) – (A ∩ B)
             = (A – B)
(B – A)

Jika dinyatakan dalam bentuk diagram Venn adalah :
Contoh beda setangkup :
Jika A = { 2, 3, 5, 7} dan B = { 1, 2, 3, 4, 5 }, maka A B = { 1, 4, 7 }

Beda setangkup memenuhi sifat-sifat berikut :
  • A B = B A (hukum komutatif)
  • (A B ) C = A (B C ) (hukum asosiatif)

Perkalian Kartesian (cartesian product)

Perkalian kartesian antara dua buah himpunan dinotasikan oleh tanda ‘× ‘.
Misalkan A dan B adalah himpunan, maka perkalian kartesian antara A dan B dinotasikan oleh :
A × B = {(a, b) | a A dan b B }
Contoh perkalian kartesian :
Misalkan C = {1, 2, 3}, dan D = { a, b }, maka C × D = { (1, a), (1, b), (2, a), (2, b), (3, a), (3, b) }
Misalkan A = B = himpunan semua bilangan riil, maka A × B = himpunan semua titik di bidang datar
Misalkan ada dua himpunan dengan kardinalitas berhingga, maka kardinalitas himpunan hasil dari suatu perkalian kartesian antara dua himpunan tersebut adalah perkalian antara kardinalitas masing-masing himpunan. Dengan demikian, jika A dan B merupakan himpunan berhingga,
maka:
|A × B| = |A| . |B|

Pasangan terurut (a, b) berbeda dengan (b, a), dengan kata lain (a, b) ≠ (b, a). Dengan argumen ini berarti perkalian kartesian tidak komutatif, yaitu
A × B ≠ B × A
dimana A atau B bukan himpunan kosong. Jika A = atau B = , maka
A × B = B × A =
Hukum-hukum yang berlaku untuk operasi himpunan adalah sebagai berikut :
1. Hukum identitas:
  • A = A
  • A ∩ U = A
2. Hukum null/dominasi:
  • A ∩ =
  • A U = U
3. Hukum komplemen:
  • A A = U
  • A ∩ A =
4. Hukum idempoten:
  • A A = A
  • A ∩ A = A
5.Hukuminvolusi:
  

6. Hukum penyerapan (absorpsi):
  • A (A ∩ B) = A
  • A ∩ (A B) = A
    7. Hukum komutatif:
  • A B = B A
  • A ∩ B = B ∩ A
    8. Hukum asosiatif:
  • A (B C) = (A B) C
  • A ∩ (B ∩ C) = (A ∩ B) ∩ C
    9. Hukum distributif:
  • A (B ∩ C) = (A B) ∩ (A C)
  • A ∩ (B C) = (A ∩ B) (A ∩ C)
    10. Hukum De Morgan:
   
11. Hukum komplemen:
4. Jelaskan mengenai himpunan bilangan dan sebutkan sifat-sifat bilangan!
   Himpunan bilangan adalah kumpulan bilangan yang terdefinisi dengan jelas. Adapun jenis-   jenis bilangan yaitu bilangan asli (N), bilangan cacah (C), bilangan bulat (B), bilangan rasional (Q), bilangan irrasional (I). Bilangan-bilangan tersebut apabila dikumpulkan dalam tiap jenisnya akan membentuk suatu himpunan.
Sifat-sifat bilangan:
a. Sifat Komutatif
Dalam penjumlahan dan perkalian, angka yang akan dijumlahkan atau dikalikan dapat dibolak – balik :
5 + 2 = 7 dan 2 + 5 = 7
5 x 2 = 10 dan 2 x 5 = 10
Ini adalah merupakan sifat komutatif, yaitu jika angka yang akan dijumlahkan atau dikalikan menghasilkan hasil yang sama. Dalam sebuah variable dapat dituliskan :
a + b = b + a
a x b = b x a
sifat ini tidak berlaku pada operasi pengurangan dan pembagian.
Contoh :
5 – 2 = 3 sedangkan 2 – 5 = -3
4 : 2 = 2 sedangkan 2 : 4 = 0,5
b. Sifat Asosiatif
Dalam operasi penjumlahan dan perkalian pada tiga bilangan, tidak menjadi masalah apakah anda menggabungkan dua bilangan pertama kemudian bilangan ketiga, atau jika anda mulai dengan menggabungkan bilangan kedua dan ketiga baru kemudian bilangan pertama.
Contoh :
5 + ( 3 + 6 ) = 14 dan ( 5 + 3 ) + 6 = 14
5(3x6) = 90 dan (5x3)6 = 90
Dalam bentuk variable dapat dituliskan sebagai berikut
a + ( b + c ) = ( a + b ) + c
a(b xc ) = (axb)c
sedangkan pada operasi pengurangan dan pembagian sifat asosiatif tidak berlaku.

c. Sifat Distributif
Perkalian dapat didistribusikan pada operasi penjumlahan atau pembagian.
Contoh :
3( 4 + 5 ) = 3 x 9 = 27 dan 3(4) + 3(5) = 12 + 15 = 27
Dalam bentuk variable dapat dinyatakan dengan :
a( b + c ) = a(b) + a(c)
pada operasi pambagian tidak dapt di distribusikan pada operasi penjumlahan ataupun operasi pengurangan.
5. Jelaskan perbedaan bilangan bulat dengan bilangan riil!
   Jawab:
   Bilangan Bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan        bilangan bulat positif.Sehingga dapat disimpulkan bahwa bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang mencakup bilangan cacah, bilangan asli, bilangan nol, bilangan satu, bilangan prima, bilangan komposit dan bilangan negative. Atau kesimpulan lain dari bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang mencakup seluruh bilangan, kecuali bilangan imajiner, irrasional dan pecahan. sedangkan Bilangan Riil merupakan gabungan antara himpunan bilangan Rasional dan bilangan Irasional. Dengan perluasan dari bilangan asli, cacah, bulat, rasional, irasional dan real, maka himpunan titik-titik pada garis bilangan tak ada tempat kosong lagi. artinya, setiap titik pada garis bilangan dapat berkorespodensi satu-satu dengan setiap bilangan real. Bilangan real atau bilangan riil menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma (,) sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik (.). Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan , dan bilangan irrasional, seperti , dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan. Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan (berasal dari kata “real”).








B. RELASI
1. Jelaskan definisi dari relasi!
Jawab: Relasi adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan ke himpunan lain. Suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah pemasangan atau perkawanan atau korespondensi dari anggota-anggota himpunan A ke anggota-anggota himpunan B. Jika diketahui himpunan A = {Eko, Rina, Tono, Dika}; B = {Merah, Hitam, Biru}, maka relasi "suka dengan warna" himpunan A ke himpunan B dapat disajikan dalam diagram panah, diagram Cartesius, himpunan pasangan berurutan, dan dengan rumus.
Diagram Panah                                                            Diagram Cartesius
                                                           


2. Menyajikan relasi dengan matriks relasi dan diagram panah!
Jawab: Matriks relasi dan diagram panah, relasi invers
Hubungan antara elemen himpunan dengan elemen himpunan lain dinyatakan dengan struktur yang disebut relasi. Representasi Relasi dengan Diagram Panah, misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B, gambar dua buah lingkaran lalu ditulis dengan elemen-elemen A dan B pada masing-masing lingkaran. Untuk menggambarkan hubungan antara dua anggota himpunan, misalnya A dengan B, kita bisa menggunakan pasangan berurut (ordered pairs).
Contoh dengan diagram panah :
Relasi Invers
Setiap Relasi dari A ke B, mempunyai relasi R-1 dari B ke A yang didefinisikan sebagai
R-1 = {(b,a) ½ (a,b) ÃŽ R}
contoh:
A = {1,2,3}; B = {a,b}
R = {(1,a), (1,b), (3,a)} relasi dari A ke B
R-1 = {(a,1), (b,1), (a,3)} relasi invers dari B ke A
DOMAIN DAN RANGE
Domain (daerah asal) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen pertama dari pasangan berurutan elemen R.
Domain = { a ½ a ÃŽ A, (a,b) ÃŽ R }
Range (daerah hasil) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen kedua dari pasangan berurutan elemen R.
Range = {b ½ b ÃŽ B, (a,b) ÃŽ R}
contoh:
A = {1,2,3,4} ; B = {a,b,c}
R = {(2,a) ; (4,a) ; (4,c)}
Domain = {2,4}
Range = {a,c}
3. Jelaskan relasi invers, dan komposisi relasi!
Jawab:
FUNGSI KOMPOSISI
     Fungsi komposisi adalah penggabungan operasi dua fungsi secara berurutan dan akan menghasilkan sebuah fungsi baru.

fungsi komposisi f dan g dapat di tuliskan h(x) = (f o g)(x) =  f (g(x)), yang berarti fungsi h(x) adalah komposisi g dilanjutkan dengan fungsi.

FUNGSI INVERS
     Fungsi invers berarti fungsi kebalikan. Simbol f-1(x) merupakan fungsi invers dari f(x), sehingga berarti f-1(x) = f(y).

soal :
Relasi komposisi  
diketahui fungsi f : R → R dan g : R → R dengan f(x) = 2x² – x – 3 dan g (x) = x +5. 
Tentukan : 
( g Î¿ f ) (x) 
( g Î¿ f ) (2) 
( f Î¿ g ) (1) 
Jawab : 
f(x) =  2x² – x – 3 dan g (x) = x +5
maka
( g Î¿ f ) (x)  = g(f(x)) = g( 2x² – x – 3) 
                           = (2x² – x – 3) + 5
                           = 2x² – x + 2
   2. ( g Î¿ f ) (2)   = 2(2)² – (2) + 2 
                           = 8 – 2 + 3 
                           = 9
  3. ( f Î¿ g ) (1)    = f(g(x)) = f(x+5) 
                           = 2(x+5)² – (x+5) – 3 
                           = 2(x² + 10x + 25) – x – 5 – 3 
                           = 2x² + 19x + 42 
Relasi invers 
Diketahui f(x) = 2 x – 5 
Tentukan : 
f‾¹ (x) 
    2. f(x) = 3x + 2b , x ≠ 1/2 
                  2x – 1 
invers dari fungsi f(x) adalah f‾¹ (x) = ….. 
Maka, 
f(x) = 2x – 5 
           y  = 2x – 5 
        2x   = y + 5 
          x   =y + 5
                    2 
   2. f(x) =  ax + b
                 cx + d 
invers, f‾¹ (x) = -dx + b 
                          cx – a 

            f(x)    = 3x + 2 
                         2x – 1 
           f‾¹ (x)  = – ( -1)x + 2 
                            2x – 3 
                     =  x + 2 
                         2x – 3 

4. Jelaskan perbedaan sifat relasi!(refleksif, transitif, simetris, anti simetri)
Jawab:
·                     Sifat Reflekatif :
Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk p € P berlaku (p,p) €  R.

Contoh : Diberikan Himpunan P = {1,2,3}. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil adalah himpunan S = {(1,1), (1,2), (2,2), (2,3), (3,3), (3,2)}. Relasi R tersebut bersifat reflektif  sebab setiap angggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri.
·                     Sifat Simetris :
Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat simetris, apabila untuk setiap (x,y) € R berlaku (y,x) €  R.

Contoh : Diberikan himpunan P ={1,2,3}. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R ={(1,1), (1,2), (1,3), (2,2), (2,1), (3,1), (3,3)}. Relasi R tersebut bersifat simetris untuk setiap (x,y) € R, berlaku (y,x) € R.
·                     Sifat Transitif :
Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Relasi R bersifat Transitif, apabila untuk setiap (x,y) € R dan (y,z) € R maka berlaku (x,z) € R.

Contoh : Diberikan himpunan P ={1,2,3}. Didefinisikan relasi  pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan  R= {(1,1), (1,2), (1,3), (2,2), (2,1), (3,1), (3,3)}. Relasi R tersebut bersifat Transitif sebab (x,y) € R din (y,z) € R  berlaku (x,z) € R.

·                     Sifat Antisimetris
Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat antisimetris, apabila untuk setiap (x,y) € R dan (y,x) € R berlaku x=y.

Contoh : Diberikan himpunan C = {2,4,5}. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a,b) € a kelipatan b, ab € C} sehingga diperoleh R = {(2,2), (4,4), (5,5), (4,2)}. Relasi R tersebut bersifat antisimetris.

C. FUNGSI
1. Jelaskan pengertian fungsi!
Jawab: Fungsi dalam matematika adalah suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota x dalam suatu himpunan yang disebut daerah asal (Domain) dengan suatu nilai tunggal f(x) dari suatu himpunan kedua yang disebut daerah kawan (Kodomain). Himpunan nilai yang diperoleh dari relasi tersebut disebut daerah hasil ( Range). 
Pada fungsi, terdapat beberapa istilah penting, di antaranya:
– Domain yaitu daerah asal fungsi f dilambangkan dengan Df.
– Kodomain yaitu daerah kawan fungsi f dilambangkan dengan Kf.
– Range yaitu daerah hasil yang merupakan himpunan bagian dari kodomain. Range fungsi f dilambangkan dengan Rf.


2. Jelaskan fungsi satu satu ( one to one) dengan fungsi pada (on to )
Jawab: Fungsi Satu-Satu (Injektif)
Misalkan f merupakan fungsi dari A ke B maka f disebut Fungsi Satu-Satu jika setiap unsur di B (kodomain) terdapat secara tunggal unsur dalam A (domain), artinya tidak ada dua elemen atau lebih di A yang dipetakan ke elemen yang sama di B. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

Definisi :

Pemetaan (fungsi) f : A   B dikatakan satu-satu atau injektif, jika untuk setiap unsur x1 dan x2 di yang dipetakan sama oleh f, yaitu f(x1) = f(x2) berlaku x1 = x2.



defisini diatas ekivalen dengan kalimat berikut “jika x1   xmaka berlaku f(x1  f(x2)”

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh diagram pemetaan dibawah ini.
Keterangan :
Gambar diagram pemetaan sebelah kiri merupakan fungsi satu-satu karena setiap anggota di domain dipetakan tepat satu ke kodomain dan tidak ada dua anggota domain yang dipetakan ke anggota kodomain yang sama.
Kemudian untuk diagram pemetaan kedua atau yang sebelah kanan bukan merupakan fungsi satu-satu karena ada dua anggota di domain yang memiliki pemetaan yang sama di kodomain.

Contoh :

Selidiki apakah fungsi f : R   R merupakan Fungsi Satu-Satu atau bukan !

f(x) = x2 + 2

ambil -1, 1   di domain, sehingga diperoleh f(-1) = (-1)2 + 2 = 3 dan f(1) = (1)2 + 2 = 3 berakibat f(-1) = f(1). Karena terdapat dua elemen di domain yang memiliki peta sama di kodomain. Jadi fungsi f(x) bukan Fungsi Satu-Satu.

g(x) = x3 – 2

ambil x1, x2   sebarang dan g(x1) = g(x2) berakibat

g(x1) = g(x2)

(x1)3 – 2 = (x2)3 – 2

(x1)3 = (x2)3

x1 = x2

Jadi, fungsi g(x) adalah Fungsi Satu-Satu

Fungsi Bijektif (Satu-Satu dan Pada)
 

Dalam suatu fungsi ada yang merupakan hanya Fungsi Pada atau Fungsi Satu-Satusaja tapi ada yang termasu kedua-duanya. Fungsi yang merupakan fungsi satu-satu dan pada biasanya disebut dengan Fungsi Bijeksi. Secara matematis ditulis sebagai berikut.

Definisi :

Pemetaan (fungsi) f : A   B dikatakan bijeksi (bijection) jika f adalah Fungsi Satu-Satu dan Fungsi Pada.



Secara sederhana bahwa Fungsi Bijeksi akan terjadi jika jumlah anggota domain sama dengan jumlah anggota kodomain. Dengan catatan bahwa tidak ada dua domain berbeda atau lebih dipetakan ke kodomain yang sama dan setiap kodomain memiliki pasangan di domain.

Perhatikan diagram pemetaan dibawah ini.

Keterangan :

Pemetaan pertama merupakan Fungsi Bijeksi karena sudah sesuai denganDifinisi.

Pemetaan kedua bukan Fungsi Bijeksi karena pada pemetaan tersebut hanya terjadi Fungsi Pada. Perhatikan “d” dan “e” di domain, kedua anggota domain tersebut dipetakan ke anggota domain yang sama (lihat Definisi Fungsi Satu-Satu)

Pemetaan ketiga bukan Fungsi Bijeksi karena pada pemetaan tersebut hanya terjadi Fungsi Satu-Satu. Karena terdapat anggota kodomain yaitu “9” yang tidak memiliki pasangan pada anggota domain.

3. Perbedaan Domain, Kodomain dan Range suatu fungsi
Jawab: Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagaikodomain). Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari, seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah "fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara sinonim.
Anggota himpunan yang dipetakan dapat berupa apa saja (kata, orang, atau objek lain), namun biasanya yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan riil. Contoh sebuah fungsi dengan domain dan kodomain himpunan bilangan riil adalah y=f(2x), yang menghubungkan suatu bilangan riil dengan bilangan riil lain yang dua kali lebih besar. Dalam hal ini kita dapat menulis f(5)=10.
1. Pengertian Domain, Kodomain, Range
Domain disebut juga dengan daerah asalkodomain daerahkawan sedangkan range adalah daerah hasil.
contoh : Diketahui himpunan P = { 1,2,3,4 } dan himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }

Relasi dari himpunan P ke himpunan Q dinyatakan dengan "setengah dari ".
Jika relasi tersebut dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan menjadi :
{ (1,2),(2,4),(3,6),(4,8) }.
Relasi di atas merupakan suatu fungsi karena setiap anggota himpunan P mempunyai tepat satu kawan anggota himpunan Q.

Dari fungsi di atas maka :
Domain/daerah asal = himpunan P = { 1,2,3,4 }
Kodomain/daerah kawan = himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }
Range/daerah hasil = { 2,4,6,8 }

Jika A = {2, 3, 6} B = {2, 4, 6, 8, 10, 11}. Relasi dari himpunan A ke B adalah “

Faktor dari “, nyatakanlah relasi tersebut dengan :
a. Diagram Panah
b. Diagram Cartesius
c. Himpunan pasangan berurutan.
Jawab:
c. Himpunan pasangan berurutannya :{(2, 2), (2,4), (2, 6), (2, 8), (2, 10), (4, 4),
(4, 8),(6, 6)}

2). Domain, Kodomain  dan Range

Pada relasi dari himpunan A ke B, himpunan A disebut Domain (daerah asal) himpunan  B disebut Kodomain (daerah kawan) dan  semua anggota B yang mendapat pasangan dari A disebut Range (derah hasil).

Contoh 3 :
Tuliskan Domain, Kodomain dan Range dari relasi Contoh 2 di atas :

Jawab:
Domain = {2, 4, 6}
Kodomain = {2, 4, 6, 8, 10, 11}
Range = { 2, 4, 6, 8, 10}

Contoh 4
Tentukanlah domain, kodomain dan range dari relasi di bawah ini:

Jawab:
a. Domain = { 3, 5 }
Kodomain = { 1, 2, 6, 8, 9}
Range = { 1, 2, 8}
b. Domain = { 3, 5, 7, 8}
Kodomain = { 1, 2, 3, 4, 7, 8}
Range = { {1, 2, 3, 4, 7, 8}