Nama Kelompok :
1. Fabiola
E. AD (12516422)
2. Faneza
Raga Galdana (12516601)
3. Shifa
Fauziah rifiani (17516008)
4. Talita
Nurul Mulki (17516286)
Kelas : 2 PA 17
SEJARAH
INTERNET
Pada tahun 1980-an jaringan komputer pertama yang
masuk ke Indonesia melibatkan 5 Universitas yang saling terhubung, yakni
Universitas Indonesia (UI), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi
Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS) dengan fasilitas dial-up yang disebut dengan UNInet. Jaringan
ini akhirnya tidak berkembang karena terdapat masalah dalam kurangnya
infrastruktur yang memadai.
Tahun
1986 – 1987
Berawal dari tulisan – tulisan awal yang datang dari
kegiatan di amatir radio khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986.
Dengan hanya “modal” pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya
Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV),
dan belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra
Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo (YC1DAV),
berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad
Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) yang belajar bersama untuk mempelajari paket radio
pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Mereka-lah yang mulai
mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan
jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir
radio di seluruh dunia, agar email tersebut dapat tetap berjalan dengan lancar.
Tahun
1989 – 1990
Berawal dari mailing list pertama, yaitu
indonesians@janus.berkeley.edu, diskusi – diskusi antar teman mahasiswa
Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri. Pola dari mailing list ini
terus berkembang, terutama di host server ITB dan egroups.co. Mailing list ini
akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas
internet di Indonesia.
Pada awal 1990-an, komunikasi antara Onno W. Purbo
(YC1DAV/VE3) yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan – rekan amatir radio
di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan
PC/XT dan walkie-talkie dengan band 2 meter, komunikasi antara Indonesia –
Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio.
Tahun
1992 – 1994
Teknologi packet radio TCO/IP yang diadopsi oleh
rekan – rekan BPPT, LAPAN, UI dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan
PaguyubanNet. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang menggunakan IP
pertama dikenal dengan nama domain AMPR.org dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan
gateway tersebut yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan OS
DOS yang menjalankan program NOS sebagai gateway packet radio TCP/IP.
Tahun
1994 – 1995
Di tahun 1994-an, ISP komersial pertama IndoNet
mulai beroperasi. Sambungan awal untuk Internet dilakukan menggunakan dial-up
oleh IndoNet. Akses awal di IndoNet mulanya memakai mode teks dengan shell
account, browser Lynx dan e-mail client pine pada server AIX. Mulailah pada
1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet
ke luar negeri dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di
Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan
Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu
dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain). ISP (Internet
Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke
Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps.
Tahun
1995 – Sekarang
Akhirnya, akses internet Indonesia terus berkembang
dengan seiringnya waktu. Indonesia dapat dibilang mengikuti perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi sampai sekarang ini. Menurut APJII (Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), lembaga yang dapat memperkirakan
pengguna internet, pengguna internet di Indonesia sampai tahun 2014 mencapai
sekitar 88,1 juta dan itu diperkirakan terus meningkat karena diiringi
teknologi mobile yang semakin canggih dan juga terjangkau.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar