Nama kelompok :
1. Fabiola E. AD (12516422)
2. Faneza Raga Galdana (12516601)
3. Shifa Fauziah Rifiani (17516008)
4. Talita Nurul Mulki (17516286)
Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI didasari pada jenis dan preferensi kepribadian dari Carl Gustav Jung, yang menulis Psychological Types pada tahun 1921 MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang. Tes ini juga dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang-bidang yang membuat potensi karyawan tersebut optimal.
Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia:
1.Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
2.Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs. Intuition (N)
3.Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)
4.Dimensi pola hidup : Judging (J) vs. Perceiving (P)
1.Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
2.Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs. Intuition (N)
3.Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)
4.Dimensi pola hidup : Judging (J) vs. Perceiving (P)
Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.
Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
Apa itu kepribadian? Menurut Horton (1982:12), pengertian kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan berprilaku yang baku, atau berpola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
Sedangkan pengertian kepribadian menurut Schaefer dan Lamm (1998:97) adalah sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas, dan perilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, berlaku terus-menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi. Pola perilaku dengan demikian juga merupakan perilaku yang sudah baku, yang cenderung ditampilkan seseorang jika ia dihadapkan pada situasi kehidupan tertentu.
Ciri-Ciri
Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.
Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Disinhibition effect merupakan yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol (inhibit) perilaku, pikiran dan perasaan di dunia maya. Salah satu fakta yang sering kita temui adalah banyak orang yang berkomunikasi dengan cara-cara yang tidak biasa dilakukan secara offline.
Contohnya adalah banyak orang lebih mudah memaki dan menghina di dunia maya daripada di dunia nyata, padahal jika di dunia nyata ia tidak berani mengungkapkan. Misal lainnya adalah kita banyak menemui orang yang terlihat cerewet di dunia maya tetapi pada kenyataanya ia bahkan tidak berani menyapa orang di sekitarnya.
Karakter lainnya yang lekat dengan fenomena adalah adanya kecenderungan untuk membuka diri ekstrim di dunia maya tetapi tidak di dunia nyata (self-disclosure).
Pengungkapan emosi yang berlebihan dalam dunia maya tetapi tida pula dilakukan pada kehidupan nyatanya (self revelation).
Empat alasan mengapa seseorang memperluas ekspresi emosi ketika sedang dalam kondisi online personality:
1. Anonimitas
2. Tidak terlihat ( Invisibility)
3. Asinkronisasi ( Asynchronicity )
4. Minimnya Tingkat Status dan Otoritas
Sumber :
Suler, J. (2004). CyberPsychology and Behavior, 7, Cambridge: University Press. 321-326
https://maureenjeanetteelyzabethkohlein.wordpress.com/2014/03/17/personality-kepribadian-2/
http://blogpsikologi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-dan-metode-personality-test.html
https://maureenjeanetteelyzabethkohlein.wordpress.com/2014/03/17/personality-kepribadian-2/
http://blogpsikologi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-dan-metode-personality-test.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar