Apakah
kalian mengetahui tentang terror bom di Bali? Ya, Tragedi ini tidak asing lagi
bukan? Terror bom bali merupakan kejahatan kemanusiaan dan menimbulkan tragedy
yang sangat mengerikan. Peristiwa terror bom Bali ini menjadi indicator dan
bukti penting tentang pendapat dan penilaian akan adanya jaringan terorisme
yang menyebabkan terror,kekerasan dan mengancam rasa aman masyarakat. Pulau
Bali sendiri dikenal sebagai Pulau Dewata, karena memang dikaruniai Allah SWT
memiliki panorama alam,Khususnya keindahan Pantai-Pantai nya. Tidak
mengherankan, karena indahnya panorama Pulau Bali, banyak sekali turis asing
yang berkunjung sampai-sampai ada tempat hiburan yang dikhususkan untuk para
turis asing,yaitu Paddy’s Bar dan Sari Club. Kasus Bom Bali ini dianggap kasus
terorisme terparah dalam sejarah.
Pertama,
Tragedy Bom Bali 1 terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002 di 3 lokasi yaitu
Paddy’s Bar dan Sari Club di Jalan Legian,Kuta,Bali. Sedangkan ledakan terakhir
terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat yang dimana jaraknya cukup
berjauhan. Bom ini sengaja diledakkan di 3 tempat tersebut terutama di Jalan
Legian,Kuta,Bali karena tempatnya ramai oleh turis local maupun turis asing.
Karena keramaian tempat tersebut, itulah lokasi yang tepat untuk melakukan
tindakan terorisme. Tragedy ini menurut saya lebih mengarah ke Bunuh diri yang dimana tersangka sudah merangkai
sedemikian rupa untuk melakukan pengeboman diri sendiri di tempat tersebut yang
dimana akhirnya menimbulkan lebih dari 202 nyawa hilang serta banyaknya korban
luka luka. Korban tewas kebanyakan dari turis asing yang kebetulan sedang
berada di tempat tersebut. Kejadian ini pun akhirnya tersebar ke media luar
karena telah membuat geger dunia. Tragedy bom ini tidak hanya menyisakan
kepedihan karena kematian. Ratusan orang kini terancam terkena gangguan
kejiwaan ringan hingga berat seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Yang merasakan dampak ini bukan hanya pihak yang menjadi korban langsung tetapi
juga saksi yang melihat kejadian mengerikan itu yang berpotensi terkena
gangguan. Pada tanggal 16 Oktober 2002, dilakukan pemeriksaan saksi atas kasus
terorisme ini.setelah beberapa lama, sejumlah tersangka bom Bali 1 akhirnya
ditangkap ,diantaranya Ali Imron(Adik Amrozi),Rahmat, dan Hermiyanto. Dan
pelaku utama adalah Amrozi bin H.Nur Hasyim,Imam Samudra, dan Muklas Alias Ali
Ghufron.
Kedua,
faktor yang menyebabkan kejadian Bom Bali. Faktor utama yang menyebabkan kegiatan
terorisme di Bali adalah masalah Agama yg dijadikan alasan mereka untuk
melakukan aksi terror. Mereka bertujuan untuk mencelakai turis mancanegara yang
mereka anggap sebagai musuh mereka, karena dianggap tidak sepaham dengan ajaran
yang mereka miliki. Dalam konteks Bom Bali ini, hal itu bisa terjadi yang tak
bisa dilepaskan dari hegemoni global Amerika yang selalu menyudutkan gerakan
islam. Terror ini juga bisa terjadi karena dilihat sebagai amarah yang
terpendam. Faktor lain yang juga menyebabkan aksi tersebut adalah kurangnya
kewaspadaan pemerintah beserta masyarakat dalam mengawasi perkembangan
terorisme itu sendiri. Mengapa Pulau
Bali dijadikan sasaran utama? Mengapa tidak Pulau Jawa Atau Pulau Kalimantan?
Karena Pulau Bali sendiri memiliki lebih
banyak turis asing yang berkunjung ke sana daripada ke Pulau Jawa ataupun
Pulau-Pulau lain yang ada di Indonesia dan sasaran utama para teroris itu agar aksi mereka dapat
diketahui dunia internasional.
Ketiga,
Kasus Bom Bali 2. Selang tiga tahun kemudian, terjadi lagi Bom Bali 2 pada
tanggal 1 Oktober 2005. Terjadi 3 pengeboman satu di Kuta dan 2 di Jimbaran.
Pengeboman terjadi dalam 3 lokasi berbeda yaitu Kafe Nyoman, Kafe Menega, Dan
Restoran R.AJA’s Kuta Square. Bukti awal menandakan bahwa serangan ini
dilakukan oleh paling tidak tiga pengebom bunuh diri dalam model yang mirip
dengan Bom Bali 1. Jenis Bom yang digunakan berbeda dari kejadian sebelumnya.
Jumlah korban tewas menjadi 23 orang yang terdiri dari 15 warga Indonesia, 1
warga Jepang dan 4 warga Australia. Kejadian ini juga didasari oleh faktor
agama, yang dimana dalam video rekaman yang di temukan pihak berwajib,
salahsatu pelaku mengatakan bahwa perbuatan mereka ini akan membawa mereka ke surga.
bukti awal menandakan bahwa serangan ini dilakukan oleh paling tidak tiga
pengebom bunuh diri dalam model yang mirip dengan pengeboman tahun 2002. Serpihan ransel dan
badan yang hancur berlebihan dianggap sebagai bukti pengeboman bunuh diri.
Namun ada juga kemungkinan ransel-ransel tersebut disembunyikan di dalam
restoran sebelum diledakkan.
Pada acara konferensi pers,
presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengemukakan telah mendapat peringatan mulai bulan Juli
2005 akan adanya serangan terorisme di Indonesia. Namun aparat mungkin menjadi
lalai karena pengawasan adanya kenaikan harga BBM,
sehingga menjadi kurang peka.
Dalam konferensi pers pada 2 Oktober, Inspektur Jenderal Made Mangku Pastika
menunjukkan video salah satu pengebom memasuki Restoran Raja di Kuta dengan
menyanggul ransel, dan meledakkannya.
Pada 9 November 2005,
polisi melakukan penyergapan di sebuah vila di Kota Batu. Dalam peristiwa tersebut, Dr.
Azahari, buronan asal Malaysia yang diduga
merupakan orang yang membuat bom dalam dua kali
pengeboman di Bali, tewas ditembak polisi.
Kemudian pada hari yang sama di Semarang, dilakukan penyergapan dan
perburuan di tempat persembunyian buronan lainnya, Noordin M. Top. Di situ, polisi menemukan
sejumlah barang bukti milik para pelaku Bom Bali 2005, di antaranya rekaman
kesaksian ketiga pelaku bom bunuh diri di Bali dan dua kartu tanda
penduduk milik dua pelaku pengeboman tersebut. Dalam rekaman video
tersebut, salah seorang pelaku mengatakan bahwa perbuatan yang mereka lakukan
akan membawa mereka masuk surga Rekaman kaset
tersebut lalu digunakan untuk mencocokkan wajah pelaku dengan kepala para
pengebom yang ditemukan di lokasi pengeboman.
Selain itu, pada 16 November,
kaset tersebut juga diputarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada 12 kiai
Jawa Timur. Melalui pemutaran tersebut, diharapkan para kiai dapat menyosialisasikan
kepada masyarakat tentang pengertian mengenai ajaran Islam
yang salah dari para pengebom.
Menurut saya orang-orang yang melakukan
terror sangat tidak mengerti arti dari berjihad. Tega-teganya pelaku mengataskan agama Islam
sebagai perisai akan perbuatan mereka . Bagaimana pun tidak ada dalam agama
Islam yang mengadakan perbuatan pengeboman secara massal atas pemeluk agama
lain. Dimana kasus tersebut sama sekali
tidak patut dilakukan karena itu termasuk pelanggaran HAM berat. Orang orang
yang terlibat tak punya hati nurani dan akal pikiran.untuk penyelesaiannya
terhadap berbagai konflik di tanah air yang telah melahirkan berbagai tindakan
hak asasi manusia ,Baik oleh sesama kelompok masyarakat yaitu dengan cara
menyelesaikan akar permasalahan secara terencana,adil, dan menyeluruh. Hukum di
Indonesia harus ditegakkan, sistem peradilan harus berjalan dengan baik dan
adil. Selain itu perlu adanya control dari masyarakat dan pengawasan dari
lembaga hukum yang ada di Indonesia. Sejak ada kejadian bom tersebut,dampak
yang nyata terjadi pada wisatawan asing maupun wisatawan local yang dimananya
jumlahnya ikut menurun karena takut kejadian yang sama akan terulang lagi.
Apalagi kalau pelakunya orang Indonesia, itu sama saja merugikan Negara kita
sendiri dengan sengaja. Selain itu,dari tragedy ini juga seharusnya keamanan di
Indonesia lebih ditingkatkan.
Kesimpulannya
setelah tragedy tersebut diharapkan adanya perkembangan yang signifikan dari penegak
hukum dan adanya kesadaran masyarakat dalam hal keamanan Negara dari ancaman seperti
terorisme serta diharapkannya pelanggaran HAM mulai berkurang seiring berjalannya
waktu.
terima kasih atas artikelnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah
BalasHapusterimaksih atas artikelnya. sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas mengenai HAM berat
BalasHapusIyaa.. insyaallah bermanfaat artikelnya. Im loving it!
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusIni membantu tugasku bgt!! Makasih yaaa^^
BalasHapus