Kamis, 03 November 2016

Pelanggaran HAM tentang Tragedi Bom Bali 1 dan 2



Apakah kalian mengetahui tentang terror bom di Bali? Ya, Tragedi ini tidak asing lagi bukan? Terror bom bali merupakan kejahatan kemanusiaan dan menimbulkan tragedy yang sangat mengerikan. Peristiwa terror bom Bali ini menjadi indicator dan bukti penting tentang pendapat dan penilaian akan adanya jaringan terorisme yang menyebabkan terror,kekerasan dan mengancam rasa aman masyarakat. Pulau Bali sendiri dikenal sebagai Pulau Dewata, karena memang dikaruniai Allah SWT memiliki panorama alam,Khususnya keindahan Pantai-Pantai nya. Tidak mengherankan, karena indahnya panorama Pulau Bali, banyak sekali turis asing yang berkunjung sampai-sampai ada tempat hiburan yang dikhususkan untuk para turis asing,yaitu Paddy’s Bar dan Sari Club. Kasus Bom Bali ini dianggap kasus terorisme terparah dalam sejarah.
Pertama, Tragedy Bom Bali 1 terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002 di 3 lokasi yaitu Paddy’s Bar dan Sari Club di Jalan Legian,Kuta,Bali. Sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat yang dimana jaraknya cukup berjauhan. Bom ini sengaja diledakkan di 3 tempat tersebut terutama di Jalan Legian,Kuta,Bali karena tempatnya ramai oleh turis local maupun turis asing. Karena keramaian tempat tersebut, itulah lokasi yang tepat untuk melakukan tindakan terorisme. Tragedy ini menurut saya lebih mengarah ke Bunuh diri  yang dimana tersangka sudah merangkai sedemikian rupa untuk melakukan pengeboman diri sendiri di tempat tersebut yang dimana akhirnya menimbulkan lebih dari 202 nyawa hilang serta banyaknya korban luka luka. Korban tewas kebanyakan dari turis asing yang kebetulan sedang berada di tempat tersebut. Kejadian ini pun akhirnya tersebar ke media luar karena telah membuat geger dunia. Tragedy bom ini tidak hanya menyisakan kepedihan karena kematian. Ratusan orang kini terancam terkena gangguan kejiwaan ringan hingga berat seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Yang merasakan dampak ini bukan hanya pihak yang menjadi korban langsung tetapi juga saksi yang melihat kejadian mengerikan itu yang berpotensi terkena gangguan. Pada tanggal 16 Oktober 2002, dilakukan pemeriksaan saksi atas kasus terorisme ini.setelah beberapa lama, sejumlah tersangka bom Bali 1 akhirnya ditangkap ,diantaranya Ali Imron(Adik Amrozi),Rahmat, dan Hermiyanto. Dan pelaku utama adalah Amrozi bin H.Nur Hasyim,Imam Samudra, dan Muklas Alias Ali Ghufron.

Kedua, faktor yang menyebabkan kejadian Bom Bali. Faktor utama yang menyebabkan kegiatan terorisme di Bali adalah masalah Agama yg dijadikan alasan mereka untuk melakukan aksi terror. Mereka bertujuan untuk mencelakai turis mancanegara yang mereka anggap sebagai musuh mereka, karena dianggap tidak sepaham dengan ajaran yang mereka miliki. Dalam konteks Bom Bali ini, hal itu bisa terjadi yang tak bisa dilepaskan dari hegemoni global Amerika yang selalu menyudutkan gerakan islam. Terror ini juga bisa terjadi karena dilihat sebagai amarah yang terpendam. Faktor lain yang juga menyebabkan aksi tersebut adalah kurangnya kewaspadaan pemerintah beserta masyarakat dalam mengawasi perkembangan terorisme itu sendiri.  Mengapa Pulau Bali dijadikan sasaran utama? Mengapa tidak Pulau Jawa Atau Pulau Kalimantan? Karena Pulau Bali sendiri  memiliki lebih banyak turis asing yang berkunjung ke sana daripada ke Pulau Jawa ataupun Pulau-Pulau lain yang ada di Indonesia dan sasaran utama  para teroris itu agar aksi mereka dapat diketahui dunia internasional. 

Ketiga, Kasus Bom Bali 2. Selang tiga tahun kemudian, terjadi lagi Bom Bali 2 pada tanggal 1 Oktober 2005. Terjadi 3 pengeboman satu di Kuta dan 2 di Jimbaran. Pengeboman terjadi dalam 3 lokasi berbeda yaitu Kafe Nyoman, Kafe Menega, Dan Restoran R.AJA’s Kuta Square. Bukti awal menandakan bahwa serangan ini dilakukan oleh paling tidak tiga pengebom bunuh diri dalam model yang mirip dengan Bom Bali 1. Jenis Bom yang digunakan berbeda dari kejadian sebelumnya. Jumlah korban tewas menjadi 23 orang yang terdiri dari 15 warga Indonesia, 1 warga Jepang dan 4 warga Australia. Kejadian ini juga didasari oleh faktor agama, yang dimana dalam video rekaman yang di temukan pihak berwajib, salahsatu pelaku mengatakan bahwa perbuatan mereka ini akan membawa mereka ke surga. bukti awal menandakan bahwa serangan ini dilakukan oleh paling tidak tiga pengebom bunuh diri dalam model yang mirip dengan pengeboman tahun 2002. Serpihan ransel dan badan yang hancur berlebihan dianggap sebagai bukti pengeboman bunuh diri. Namun ada juga kemungkinan ransel-ransel tersebut disembunyikan di dalam restoran sebelum diledakkan.
Pada acara konferensi pers, presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan telah mendapat peringatan mulai bulan Juli 2005 akan adanya serangan terorisme di Indonesia. Namun aparat mungkin menjadi lalai karena pengawasan adanya kenaikan harga BBM, sehingga menjadi kurang peka.
Dalam konferensi pers pada 2 Oktober, Inspektur Jenderal Made Mangku Pastika menunjukkan video salah satu pengebom memasuki Restoran Raja di Kuta dengan menyanggul ransel, dan meledakkannya.
Pada 9 November 2005, polisi melakukan penyergapan di sebuah vila di Kota Batu. Dalam peristiwa tersebut, Dr. Azahari, buronan asal Malaysia yang diduga merupakan orang yang membuat bom dalam dua kali pengeboman di Bali, tewas ditembak polisi.
Kemudian pada hari yang sama di Semarang, dilakukan penyergapan dan perburuan di tempat persembunyian buronan lainnya, Noordin M. Top. Di situ, polisi menemukan sejumlah barang bukti milik para pelaku Bom Bali 2005, di antaranya rekaman kesaksian ketiga pelaku bom bunuh diri di Bali dan dua kartu tanda penduduk milik dua pelaku pengeboman tersebut. Dalam rekaman video tersebut, salah seorang pelaku mengatakan bahwa perbuatan yang mereka lakukan akan membawa mereka masuk surga Rekaman kaset tersebut lalu digunakan untuk mencocokkan wajah pelaku dengan kepala para pengebom yang ditemukan di lokasi pengeboman.
Selain itu, pada 16 November, kaset tersebut juga diputarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada 12 kiai Jawa Timur. Melalui pemutaran tersebut, diharapkan para kiai dapat menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pengertian mengenai ajaran Islam yang salah dari para pengebom.
 
Menurut saya orang-orang yang melakukan terror sangat tidak mengerti arti dari berjihad.   Tega-teganya pelaku mengataskan agama Islam sebagai perisai akan perbuatan mereka . Bagaimana pun tidak ada dalam agama Islam yang mengadakan perbuatan pengeboman secara massal atas pemeluk agama lain.  Dimana kasus tersebut sama sekali tidak patut dilakukan karena itu termasuk pelanggaran HAM berat. Orang orang yang terlibat tak punya hati nurani dan akal pikiran.untuk penyelesaiannya terhadap berbagai konflik di tanah air yang telah melahirkan berbagai tindakan hak asasi manusia ,Baik oleh sesama kelompok masyarakat yaitu dengan cara menyelesaikan akar permasalahan secara terencana,adil, dan menyeluruh. Hukum di Indonesia harus ditegakkan, sistem peradilan harus berjalan dengan baik dan adil. Selain itu perlu adanya control dari masyarakat dan pengawasan dari lembaga hukum yang ada di Indonesia. Sejak ada kejadian bom tersebut,dampak yang nyata terjadi pada wisatawan asing maupun wisatawan local yang dimananya jumlahnya ikut menurun karena takut kejadian yang sama akan terulang lagi. Apalagi kalau pelakunya orang Indonesia, itu sama saja merugikan Negara kita sendiri dengan sengaja. Selain itu,dari tragedy ini juga seharusnya keamanan di Indonesia lebih ditingkatkan.

Kesimpulannya setelah tragedy tersebut diharapkan adanya perkembangan yang signifikan dari penegak hukum dan adanya kesadaran masyarakat dalam hal keamanan Negara dari ancaman seperti terorisme serta diharapkannya pelanggaran HAM mulai berkurang seiring berjalannya waktu.

5 komentar:

  1. terima kasih atas artikelnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah

    BalasHapus
  2. terimaksih atas artikelnya. sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas mengenai HAM berat

    BalasHapus
  3. Iyaa.. insyaallah bermanfaat artikelnya. Im loving it!

    BalasHapus
  4. Artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Ini membantu tugasku bgt!! Makasih yaaa^^

    BalasHapus